Punya rumah, mobil, dan investasi belum tentu berarti Anda benar-benar “kaya”. Yang lebih relevan adalah kekayaan bersih (net worth).
Cara menghitung kekayaan bersih itu sebetulnya cukup sederhana dan mudah, namun banyak sekali yang belum tahu dan salah memahaminya.
Cara Menghitung Kekayaan Bersih
Kekayaan Bersih=Total Aset−Total Utang Kekayaan\ Bersih = Total\ Aset – Total\ Utang Kekayaan Bersih=Total Aset−Total Utang
Adapun langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah, mencatat nilai aset Anda mulai dari aset likuid (tabungan, deposito), aset investasi (reksa dana, saham, properti, dan lainnya), serta aset guna (mobil atau barang-barang lain yang dipakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari).
Langkah kedua adalah mencatat utang-utang yang Anda miliki seperti uang jangka panjang (KPR, utang biaya pendidikan anak bila ada, dan utang-utang lainnya), serta utang jangka pendek (kartu kredit, pinjol atau pindar, dan lain sebagainya).
Hitung dan Evaluasi
Kurangkan total aset dengan total utang.
Hasilnya akan masuk ke tiga kategori besar, dan hal ini menentukan kesehatan keuangan Anda kedepannya.
- Positif → kondisi sehat
- Nol → stagnan
- Negatif → warning serius
Walaupun positif, ada baiknya nilai ini tetap tumbuh di masa yang akan datang karena akan menunjukkan pertumbuhan yang baik di keuangan pribadi Anda.
Jika nilainya negatif itu tandanya, utang konsumtif Anda lebih besar dibanding aset-aset produktif. Anda pun terancam bangkrut.
Seberapa Ideal Kekayaan Bersih Anda?
Tidak ada angka pasti yang “ideal” dalam perencanaan keuangan, tapi ada indikator sederhana yang mungkin harus Anda ketahui:
- Usia muda → wajar masih kecil
- Usia produktif → harus mulai tumbuh
- Menjelang pensiun → harus kuat dan stabil serta nilai aset likuid harus lebih besar.
Selama Anda berada di usia produktif, lebih penting bukan angkanya hari ini, tapi arah pergerakannya. Apakah naik? Stagnan? Atau justru turun?
Cara Meningkatkan Kekayaan Bersih
1. Tingkatkan Aset Produktif
Fokus pada aset yang bisa berkembang:
- Saham
- Emas
- Reksa dana
- Surat berharga lainnya
- Properti produktif
- Dan aset investasi lain yang menghasilkan penghasilan
2. Kurangi Utang Konsumtif
Prioritaskan melunasi utang dengan bunga tinggi seperti kartu kredit. Jangan biarkan total utang Anda melebihi 50% dari total aset.
3. Evaluasi dan evaluasi
Lakukan evaluasi kekayaan bersih secara rutin setiap tahunnya untuk mengetahui bahwa Anda tetap berada di jalur yang tepat dalam hal akumulasi aset.
